Memaknai Teropong Berbangsa

 Oleh  :  ISWADI        

Pada zaman dengan era serba digital dan kekinian ini rasanya kita perlu mencari formula yang cukup kuat untuk dapat mempertahankan dan memaknai teropong bangsa Indonesia. Formula yang dirasakan sangat cocok saat ini adalah dengan selalu mensosialisasikan nilai-nilai luhur yang terkandung pada Pancasila itu sendiri. Didalam kehidupan sekarang ini perlu adanya suatu dasar yang digunakan sebagai salah salah satu sarana untuk memaknai teropong dalam berbangsa. Indonesia mempunyai landasannya, yakni Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki arti yang sangat mendalam baik itu secara historis maupun pengalamannya dalam bermasyarakat. Nilai-nilai ini bagi Indonesia merupakan landasan atau dasar, cita-cita dalam melakukan sesuatu juga sebagai motivasi dalam perbuatannya, baik dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat maupun dalam kehidupan kenegaraan.

Pancasila sebagai sumber Indonesia dalam berbangsa dan bernegara, tidaklah terbentuk serta merta dan mendadak diciptakan oleh seseorang begitu saja, namun berdasarkan pertimbangan dan pemikiran bersama seperti yang terjadi pada beberapa negara lain yang ada di didunia ini. Aspek kehidupan bermasyarakat di Indonesia dijadikan suatu tinjauan dan teropong dalam proses pembentukan nilai-nilai tersebut. Hal itu dikarenakan Pancasila merupakan suatu nilai yang dapat diimplementasikan oleh segenap rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupannya dan juga sebagai berometer dalam penyelenggaraan pemerintahan tidak terkecuali dalam bergaul dengan dunia Internasional, sehingga dalam pembentukannya Pancasila harus mencerminkan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa atau teropong dalam berbangsa mempunyai arti bahwa Pancasila menjadi pedoman bagi perilaku dalam berbangsa dan bernegara. Perilaku setiap warga negara dan bangsa Indonesia mesti dijiwai oleh nilai-nilai kebangsaan, sehingga bangsa Indonesia mempunyai kepribadian dan jati diri sendiri yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Perilaku yang nampak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap maupun dalam bertindak inilah yang dimaksud dengan karakter. Karakter merupakan sikap dan kebiasaan seseorang yang memungkinkan dan mempermudah melakukan tindakan. Atau dengan kata lain karakter adalah kualitas moral seseorang. Oleh karena itu, karakter bangsa Indonesia akan ditentukan oleh implementasi fungsi dan pemaknaannya terhadap teropong dalam melihat lebih luas lagi tentang bangsa dan negara ini.

Implementasi fungsi kebangsaan sebagai teropong dapat dimaknai agar tiap-tiap warga negara dapat melihat dan memaknai bahwa bangsa ini sangat besar dan luas sehingga perlu alat seperti teropong untuk melihat dari berbagai sudut perspektif. Hal ini juga akan berpotensi menentukan keberhasilan fungsi bangsa sebagai salah satu ‘alat’ yang menyatukan tiap-tiap warga negara. Jika setiap warga negara telah memiliki karakter masing-masing yang dapat menunjang keberlangsungan bangsa dan negara ini, ketika yang bersangkutan diberi amanah menjadi penyelenggara Negara tentu akan menjadi penyelenggara Negara yang baik, paling tidak mereka akan berusaha untuk menghindari tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma hukum maupun norma-norma yang lainnya termasuk yang berkaitan dengan moral. Dengan peranan kepribadian bangsa yang melekat pada individu-individu, maka dapat dikatakan bahwa bangsa Indonesia mempunyai ciri khas yang dapat dibedakan dari negara lain. Jiwa bangsa Indonesia ini diharapkan dapat memberikan energi positif yang dapat menjalar hingga kepelosok-pelosok negeri.

(Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan)

TERBIT DI KORAN BERITA PAGI (Palembang) Edisi Selasa 15 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here