Mencari Pemimpin yang Visioner

Oleh : Misbahul Munir

Sekjen Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan dan Mahasiswa Magister Ekonomi dan Keuangan FE UII

(Media Indonesia, Selasa 17 April 2018)

 

Dalam beberapa waktu ke depan, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi berupa proses pencarian pemimpin dari para anak bangsa terbaik di negeri ini. Proses pencarian pemimpin tersebut melalui pemilihan umum (pemilu). Di tahun 2018 ini, tepatnya pada 27 Juni, akan diselenggarakan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan dilakukan secara serentak di 171 wilayah Indonesia.

Sedangkan di tahun 2019 nanti, hajatan berupa pesta demokrasi kembali diselenggarakan lagi dengan skala yang lebih besar lagi. Pemilu pada tahun 2019 merupakan pemilu yang dilaksanakan secara nasional. Tahap pertama akan diselenggarakan pemilu legislatif, yaitu proses pencarian pemimpin para wakil yang duduk di kursi dewan perwakilan rakyat (DPR), baik untuk DPR pusat maupun daerah, dan juga pemilihan dewan perwakilan daerah (DPD).

Puncaknya, pada tahun 2019 nanti akan diselenggarakan pemilu presiden. Di mana seluruh rakyat Indonesia berpartisipasi untuk turut serta mencari dan memilih pemimpin yang akan menjadi penutan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, pemimpin juga akan diberi kepercayaan penuh oleh rakyat untuk menentukan arah pembangunan negeri ini dalam lima tahun ke depannya. Lalu pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kira-kira sosok pemimpin seperti apakah yang cocok untuk dijadikan pilihan terbaik dalam memimpin bangsa ini?

Sebenarnya ada banyak jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun menurut hemat saya secara pribadi, jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut adalah pemimpin yang visioner. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang bisa memberikan pandangan jauh ke depan mengenai masa depan bangsa yang lebih baik. Pemimpin yang selalu menebarkan benih-benih optimisme kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya. Sehingga, Bangsa yang dipimpin akan tumbuh menjadi besar dengan penuh rasa percaya diri dan rasa optimis.

Bukan malah sebaliknya. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang selalu menebarkan pesimisme. Mungkin belakangan ini kita prihatin dengan beberapa elite politik kita, para tokoh politik nasional kita yang terkadang malah menebarkan pesimisme dan malah terkesan menakut-nakuti masyarakat. Demi untuk memperoleh kekuasaan, tak jarang mereka malah menebarkan rasa pesimisme pada rakyat Indonesia. Tentu ini bukanlah contoh calon pemimpin yang baik. Bagaimana bangsa ini bisa maju jika pemimpinnya saja mengajarkan pesimisme. Maka, pilihlah pemimpin yang mampu menghidupkan kembali rasa percaya diri bangsa dengan rasa optimis dan penuh percaya diri.

Mengenai pemimpin visioner, Burt Nanus (1992) mengungkapkan, setidaknya ada empat pokok kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh sosok pemimpin visioner. Pertama, pemimpin visioner harus mempunyai gaya komunikasi yang baik. Hal ini penting karena dalam menjalankan tugas, pemimpin dibantu oleh para bawahannya. Maka dibutuhkan koordinasi antara pemimpin dan bawahannya. Dengan komunikasi yang baik, akan mempermudah tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh para pihak yang membantu pemimpin tersebut.

Kedua, pemimpin visioner harus mampu memahami lingkungan luar dan tanggap akan segala kemungkinan, baik berupa peluang maupun tantangan. Pemimpin yang baik, mestinya tidak hanya memainkan peran dalam organisasi yang ia pimpin saja. Melainkan ia juga harus mampu memainkan peran yang ada di luar organisasi yang ia pimpin. Dengan mampu memainkan peran tersebut, maka organisasi yang ia pimpin akan menjadi lebih kuat dan tanggap dengan segala kemungkinan tantangan yang ada.

Ketiga, pemimpin visioner harus memegang peranan penting dalam organisasi. Apapun yang dilakukan oleh organisasi, terutama terkait pengambilan keputusan yang penting untuk organisasi, pemimpin harus mempunyai peranan yang kuat dalam hal itu. Sehingga jangan sampai dalam hal-hal penting, pemimpin malah tidak mempunyai andil pengambilan keputusan.

Keempat, pemimpin visioner harus mampu melihat peluang dan tantangan di masa depan. Dengan alasan inilah, makanya penting bagi pemimpin untuk mempunyai rasa optimisme yang tinggi. Sebab dalam melihat masa depan, jangan sampai pemimpin melihat dengan kacamata pesimisme. Peluang dan tantangan di masa depan harus dihadapi dengan rasa penuh percaya diri dan keyakinan akan kehidupan yang lebih baik. Dari sini, kita akan mengetahui, bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang visioner. Maka, dalam prosesi pesta demokrasi kali ini, seyogyanya kita mencari dan memilih pemimpin yang visioner. Wallahu’alam!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here