Mencontoh Apresiasi UKP-Pancasila

Oleh: Misbahul Munir

Sekjen Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan

 

(Palembang Ekspress, 6 September 2017)

 

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak selamanya memberikan dampak yang positif. Setidaknya itulah kesimpulan sementara yang bisa kita ambil dalam menghadapai berbagai isu dan masalah yang tengah terjadi di negeri ini. Selain memberikan dampak positif, yaitu mempermudah kita dalam mendapatkan berita dengan cepat, juga berakibatkan pada merebahnya berita-berita yang tidak benar atau disebut juga sebagai berita hoax.

Munculnya berita-berita hoax atau berita yang tidak benar, penuh dengan kebohongan, memfitnah, mengadu domba, saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain, kini menjadi masalah serius yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia. Betapa tidak, berita-berita negatif tersebut bermunculan bak kecambah di musim peghujan. Sangatlah banyak bertebaran di dunia maya.

Berita-berita hoax ini muncul biasanya berdasarkan waktu-waktu tertentu, dan yang paling banyak terjadi saat-saat menjelang pemilihan umum, mulai dari pemilihan kepala daerah di kabupaten, provinsi sampai pemilihan presiden secara nasional. Berita-berita hoax muncul dengan ditunggangi oleh kepentingan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menyerang lawan politik. Semua itu tergantung kehendak pihak yang menyerang lawan dengan menggunakan berita hoax. Biasanya mereka “memesan” pada pihak yang menyediakan jasa membuat berita hoax, lalu digunakan untuk menyerang pihak musuh atau kelompok tertentu yang dianggap bersebrangan dan tidak sesuai dengan kepentingan kelompok mereka.

Kasus terbaru yang terkuak adalah tertangkapnya sindikat yang diduga sebagai pihak yang memproduksi berita-berita hoax bernama SARACEN. Kelompok bernama SARACEN ini beroperasi dengan baik dan rapi, bahkan sudah sangat terorganisir. Mereka diduga memproduksi berita hoax sesuai dengan kepentingan pihak yang memesan. Tarifnya pun sangat menggiurkan. Mulai dari jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Keberadaan kelompok yang senantiasa menyebarkan berita-berita hoax tersebut tentu sangatlah berbahaya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, berita hoax ini menghasut sesama kita, sesama saudara sebangsa dan setanah air. Berita hoax menimbulkan permusuhan di antara sesama rakyat Indonesia. Dan tentu ini berpotensi meretakkan rancang bangunan bangsa kita.

Berita-berita hoax wajib untuk kita perangi bersama. Sebab kalau tidak, dampaknya menjadi sangat berbahaya bagi bangsa kita. Jangan sampai kita berkelahi dengan saudara-saudara kita, hanya karena hasutan dari berita hoax. Jangan sampai bangsa kita terpecah belah oleh hoax. Lalu bagaimana cara kita untuk menangkal dan memerangi hoax? Jawabannya adalah dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pancasila ideologi bangsa kita, bangsa Indonesia. Maka sudah semestinya bagi kita, dalam menghadapi seluruh persoalan bangsa, seyogyanya kita kembalikan pada Pancasila. Sebab Pancasila adalah pemersatu kita. Pancasila dalam sila yang ketiga mengamanatkan Persatuan Indonesia. Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap kita, untuk tetap bersatu padu dalam situasi dan kondisi apapun.

Keberadaan berita hoax akan memecah belah kita, maka mari kita kembali memegang taguh sila persatuan Indonesia sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pancasila. Sebab dengan bersatu inilah cara kita yang paling efektif dalam memerangi berita hoax. Bahkan Bung Karno pernah berpesan, dalam pidatonya yang berapi-api, beliau menegaskan bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Beginilah kira-kira kutipan dari ucapan Bung Karno tersebut:

“…tetapi kecuali Pancasila adalah satu Weltanschauung, satu dasar falsafah, Pancasila adalah satu alat pemersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya, Bangsa Indonesia dari sabang sampai Merauke hanyalah dapat bersatu padu di atas Pancasila itu…” (Agun Gunandjar Sudjana, 2013).

Dari kutipan di atas, jelaslah bahwa mestinya kita gunakan Pancasila sebagai alat pemersatu kita, termasuk di dalamnya adalah dalam memerangi berita-berita hoax. Sebab jangan sampai dunia maya kita di sesaki dengan konten-konten yang bernilai negatif dan kontra-produktif.

Pancasila mengajarkan pada kita untuk lebih banyak memberikan apresiasi yang bernilai positif terhadap sesama kita. Bukan malah menebar kebencian seperti berita hoax. Dalam hal mengamalkan Pancasila dengan memberikan apresiasi, kita perlu mencontoh lembaga Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideoloi Pancasila (UKP Pancasila) yang di kepalai oleh Prof. Yudi Latif. Sebab, UKP Pancasila telah memberikan apresiasi kepada insan-insan berprestasi di republik ini. Kegiatan pemberian apresiasi ini berjudul Festifal Apresiasi Indonesia yang diadakan pada 21-22 Agustus lalu. Lebih dari 72 pihak, baik individu maupun kelompok berprestasi di negeri ini mendapatkan apresiasi positif dari UKP Pancasila.

Dengan demikian bagi setiap kita, mari secara bersama-sama kita melawan berita hoax dengan menggamalkan nilai persatuan yang ada pada Pancasila. Mari mencontoh seperti UKP Pancasila yang telah memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai menebarkan benih-benih yang positif. Untuk itu bagi kita, cukup kita memberikan apresiasi bagi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Berhanti menebar kebencian, mari rajut persaudaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here