Mengukuhkan Kesejahteraan Umum yang Berkeadilan

Aliansi Kebangsaan pada hari Jumat, 6 Juli 2021 ini akan menyelenggarakan lagi diskusi kelompok (Focus Group Discussion/FGD) dengan topik “Mengukuhkan Kesejahteraan Umum yang Berkeadilan.”Diskusi menyangkut “Ranah Material-Teknologikal” tersebut dalam rangka finalisasi rencana penerbitan buku: “Kebangsaan yang Berperadaban: Membangun Indonesia dengan Paradigma Pancasila”.

Diskusi akan diawali kata pengantar dari Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo, Rektor UGM selaku Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia/AIPI, Pof, Satryo Soemantri Brojonegoro, dan saudara Madani H. Maming (Ketua PB Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/Hipmi).Para narasumbe yang akan menyampaikan pandangannya adalah, Amelia Adininggar Widyasanti, PhD (Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas), Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, SE, MS, DEA (Guru Besar Ekonomi IPB University), Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA (Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi RI, Prof. Dr, Ahmad Erani Yustika (Guru Besar Universitas Brawijaya), dan saudara Eka Sastra (Wakil Ketua Umum PB Hipmi).Selain untuk mendiseminasikan dan memperkaya pemikiran serta gagasan yang terangkum dalam buku tersebut, juga dimaksudkan semacam “uji sahih” atau “uji publik” agar rekomendasi kebijakan yang dirumuskan dalam buku tersebut mendapat keabsahan secara sosiologis.

Buku ini merupakan rangkuman dari berbagai pemikiran dan gagasan yang berkembang selama pelaksanaan Diskusi Serial selama dua tahun sejak 20 Maret 2019, yang diselenggarakan bersama oleh Aliansi Kebangsaan, Forum Rektor Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Harian Kompas. Selain itu, buku ini juga diperkaya dengan hasil-hasil studi literatur, maupun kegiatan diskusi lainnya. Target utama dari penyelenggaraan Diskusi Serial selama dua tahun tersebut dan disusunnya buku ini untuk menawarkan pendekatan baru dalam membangun kebangsaan yang berperadaban melalui “jalan kebudayaan (cultural way)” dalam tiga ranah utama kehidupan sosial, yaitu: ranah mental-spiritual (tata-nilai), ranah institusional-politikal (tata-kelola), dan ranah material-teknologikal (tata-sejahtera) berdasarkan paradigma Pancasila. Pendekatan dan paradigma ini akan terus disosialisasikan oleh Aliansi Kebangsaan bersama-sama mitra lembaga penyelenggara kegiatan ini, sebagai tolok ukur paradigmatik dalam mengembangkan dan menguji pembangunan nasional kita.

FGD pada hari Jumat nanti akan mendalami dan mengkritisi draft buku “Kebangsaan yang Berperadaban: Membangun Indonesia dengan Paradigma Pancasila” tersebut, khusus pada bagian tentang “Ranah Material-Teknologikal”, yang diyakini menjadi salah satu faktor penting keberhasilan (determinant factor) bagi kemajuan sebuah bangsa. Bahwa teknologi dewasa ini bukan lagi sekedar inovasi, pengetahuan, atau penerapan sains, tetapi telah menjadi faktor determinan (determinant factor) bagi kemajuan peradaban sebuah bangsa agar mampu bersaing di tingkat global. Teknologi juga telah menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan nasional bangsa, karena teknologi dapat menjadi salah satu kekuatan penggetar (deterent power) bagi bangsa yang mampu menguasainya. Bahkan, teknologi telah menjadi harga sebuah kedaulatan negara. FGD serupa dalam “Ranah Mental Spiritual”, juga dengan tujuan yang sama, yakni dalam rangka rencana penerbitan buku “Kebangsaan yang Berperadaban: Membangun Indonesia dengan Paradigma Pancasila”, telah diselenggarakan pada hari Rabu, 28 Juli 2021 lalu. Setelah FGD “Ranah Material-Teknologikal”, akan disusul pula dengan FGD menyangkut “Ranah Institusional-Politkal” atau Tata-Kelola.

Pembangunan ranah mental-spiritual menyangkut pendidikan nilai dalam rangka pembentukan pribadi dan bangsa yang berkarakter. Ranah intitusional-politikal menyangkut penataan sistem demokrasi dalam kerangka penguatan persatuan nasional dan keadilan sosial. Sementara ranah material-teknologikal menyangkut penguasaan dan pengembangan inovasi teknologi berbasis potensi Indonesia, dalam kerangka kesejahteraan dan kemandirian bangsa.Ketiga ranah tersebut secara sendiri-sendiri dan secara simultan diarahkan untuk mewujudkan visi negara-bangsa, terwujudnya perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur (material dan spiritual), berlandaskan Pancasila.Jakarta, 3 Agustus 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here