Pancasila dan Persatuan Bangsa

 

Oleh : Syahrul Kirom, M.Phil*

(Penulis adalah Peneliti Anggota Kaukus Aliansi Kebangsaan dan Alumnus Pascasarjana UGM Yogyakarta)

Presiden RI, Joko Widodo, telah melantik Tim Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) beberapa waktu lalu. Unit kerja ini berada langsung di bawah presiden dan bertang­gungjawab kepada Presiden. Karena pemben­tukan­nya berda­sarkan Peraturan Presiden, maka posisinya, kurang lebih, setara dengan kementerian. Bersama Yudi Latif, PhD, sebagai kepala UKP-PIP, yang cukup mumpuni dan memiliki kualitas yang terbaik dalam membina ideologi Pancasila.

Pembentukan UKP-PIP  disebabkan karena situasi politik-sosial bangsa Indonesia yang semakin tak menentu dan kehilangan ideologi Pancasila, sehingga segala tindak tanduknya menyimpang dari Pancasila. Presiden Jokowi Pun mengajak semua pihak bisa saling menahan ucapan, saling menghujat, dan saling memfitnah sehingga tidak menimbukan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Kemudian saling mengucap, saling menyalahkan yang menjalar ke mana-mana. Yang berakibat disintegrasi bangsa Indonesia.

Karena itu, perlu ada upaya pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila dalam membangun kesadaran  seluruh elemen masyarakat Indonesia dengan cara memperkuat kesadaran kultur yang digali dari nilai-nilai Pancasila demi memperkokoh rasa nasionalisme dan identitas bangsa Indonesia, dengan tujuan untuk menghadang budaya konflik antar ormas dan antar partai politik yang dapat meruntuhkan sistem demokrasi dan pilar kebangsaan. Pemupukan nilai-nilai Pancasila tidak dapat dijalankan tanpa menghidupkan kesadaran kultural bangsa Indonesia yang terkenal dengan nilai-nilai luhurnya saling hormat menghormati, saling tengang rasa, saling menghargai perbedaan pendapat.

Karena itu, pembentukan UKP-PIP bertujuan untuk merajut keharmonisan berbangsa dalam mengurangi perpecahan di Indonesia. Rasa kebhinekaan dan rasa kebangsaan  harus dijiwai semangat nilai-nilai pancasila.  Negara harus dapat mengatasi segala persoalan kebangsaan mulai dari politik dan hukum. Mengatasi dalam arti memberikan wahana tercapainya harkat dan martabat seluruh warganya demi menjaga stabilitas politik kebangsaan. Negara memberikan kebebasan dan invidividu, golongan, suku, ras maupun golongan agamanya dalam merealisasikan seluruh potensinya dalam kehidupan bersama bersifat integral sehingga dapat menciptakan rasa toleransi dan keharmonisan berbangsa.

Pancasila juga memberikan petunjuk pada bangsa Indoesia untuk selalu mengedepankan sikap  damai. Sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan kebangsaan  itu  harus selalu mengedepankan dengan nilai-nilai Pancasila. Prinsip keharmonisan berbangsa merupakan cerminan dan kultur  bangsa Indonesia yang semakin menegaskan pada kita pada makna Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda, tetap satu juga, maksudnya berbeda beda dalam pandangan politik, namun tetap satu juga untuk kepentingan negara Indonesia, Bahwa bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beretika dan mengedepankan nilai-nilai moral dan nilai nilai penegakan hukum yang benar. Masyarakat Indonesia diajak untuk menggunakan rasional dan logika,  yang memiliki kehalusan dan hati nurani yang baik dalam menjalin hubungan terhadap umat manusia, yang berdasarkan pada nilai-nilai pancasila.

Pancasila bagi bangsa Indonesia memiliki arti makna yang berarti (meaningfull) terhadap warga negara Indonesia. Pancasila juga merupakan petunjuk dalam berperilaku bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah kepribadian suatu bangsa Indonesia. Agar Pancasila mampu meresapi kehidupan masing-masing anggota  masyarakat Indonesia, mendasari komunikasi antar sesama warga negara Indonesia, dan menjadi pedoman hubungan antar multikur yang ada di Indonesia sehingga tidak melahirkan disintegrasi bangsa.

Prinsip keharmonisan berbangsa ini mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam  budaya di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan upaya preventif dari adanya praktik adu domba dan bahkan pertentangan antar ormas Islam. Dengan begitu, kedamaiaan dan keharmonisan akan selalu terjaga di dalam bangsa Indonesia. Prinsip inilah yang seharusnya kita wujudkan secara bersama untuk memperkuat Identitas bangsa Indonesia dengan pancasila dan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Bangsa  Indonesia sesungguhnya memiliki ajaran-ajaran moral dan etika yang baik bersumber pada Nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Nilai-nilai etika filosofis nampaknya melekat pada empat pilar  bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi keselarasan dan keharmonisan berbangsa.

Karena itu, dengan adanya pembentukan UKP-PIP  ini merupakan bagian dari  upaya proses merajut kerukunan berbangsa. Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang, politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari Pancasila. Semoga.

 

TELAH DIMUAT KORAN DI  WAWASAN PAGi

TANGGAL 28 JUNI 2017

OPINI

 

Identitas Diri

Nama : Syahrul Kirom, M.Phil

Penulis  adalah Peneliti Anggota Kaukus Aliansi Kebangsaan dan Alumnus  Pascasarjana UGM Yogyakarta

 

NOMER WA : 081572724865

Email : [email protected]

 

NB : Bila Tidak Dimuat Mohon Segera Dikembalikan

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here