Jaring cendekia

Jaring Cendekia untuk Intan Indonesia

Solusi atas kelemahan demokrasi tidak ditempuh dengan jalan menguranginya, melainkan justru dengan jalan menambahnya agar lebih demokratis. Karena itu, perlu ada pendalaman dan perluasan demokrasi. Pendalaman demokrasi diarahkan untuk menyempurnakan institusi-institusi demokrasi agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan, kepatutan etis, lebih responsif terhadap aspirasi dan kepentingan rakyat; mengurangi sifat narsisme politik yang hanya melayani segelintir elit politik. Sementara perluasan demokrasi diarahkan agar institusi demokrasi dan kebijakan politik punya dampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat serta mengurangi kesenjangan sosial yang dapat melumpuhkan demokrasi.

Untuk itu perlu ada inisiatif untuk metata ulang Indonesia berlandaskan visi revitalisasi-transformasi. Visi revitalisasi  berisi konsepsi untuk memulihkan kembali kondisi bangsa agar bisa merasa lebih sehat, lebih kuat dan lebih bersemangat setelah mengalami kelemahan, kemurungan, dan keputusasaan, dengan cara menjangkarkan kembali pilihan-pilihan kebijakan dan pembangunan pada nilai-nilai luhur bangsa (Pancasila dan Konstitusi), dan prinsip-prinsip negara hukum (nomokrasi). Visi transformasi berisi konsepsi untuk mengubah keadaan dengan jalan menawarkan hal-hal baru yang lebih baik, lebih sehat dan lebih kuat, dengan tetap mempertimbangkan koherensinya dengan basis nilai.

Untuk memperjuangkan visi dan misi tersebut, diperlukan suatu wahana pertukaran dan aktualisasi gagasan dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman yang secara sinergis akan dihimpun dalam suatu Jaring Cendekia untuk Inisiatif Tata Ulang Indonesia.

Pontjo Sutowo

Pontjo Sutowo (Ketua Aliansi Kebangsaan)

Yudi Latif, Ph.D

yudiYudi Latif adalah seorang cendekiawan muda, pemikir keagamaan dan kenegaraan. Penulis buku “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila” yang menjadi “best seller” dan kitab suci para Penjungjung Pancasila.

Beliau menamatkan studi S1 pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (1990), S2 dalam Sosiologi Politik dari Australian National University (1999), dan S3 dalam Sosiologi Politik dan Komunikasi dari Australian National University (2004).

Selain aktif sebagai Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Yudi juga aktif sebagai anggota ahli Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), 2009-sekarang. Dia juga termasuk Anggota Dewan Pendiri Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta 1998-2005 Nurcholish Madjid Society, 2008-sekarang. Juga membagi waktunya sebagai Pimpinan, Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (PeKiK-Indonesia), 2008-Sekarang.

Prof. Didin S. Damanhuri

Prof. Didin S. Damanhuri

Didin S Damanhuri lahir di Desa Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, 61 tahun yang lalu. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Pembangunan di FE Unpad, Bandung tahun 1978, Magister Ekonomi Pertanian FPS-IPB tahun 1984, Master Ekonomi Pembangunan dan Doktor Ekonomi Politik Institute de Recherche Economique de la Planification et du Development (IREPD), Centre Asie, France, tahun 1988 dan 1993 serta menjadi Guru Besar penuh IPB tahun 2000. Mantan aktivis intra (antara lain pernah jadi Ketua Dewan Mahasiswa Unpad) maupun ekstra Universitas (antara lain pernah jadi Ketua PB HMI) dan LSM (antara lain peneliti LP2ES Jakarta).

Mulai bekerja sebagai peneliti sejak mahasiswa, antara lain di Pusat Penelitian Ekonomi dan Sumberdaya Manusia (PPES) FE Unpad (1977-1978), LP3ES (1978-1980), Research Fellow Centre Asie IREPD France (1987-1993), Dosen tetap IPB sejak 1980. Juga pernah menjadi dosen tidak tetap (MM dan Pascasarjana) di Unpad, UI, PPM Jakarta, Unas Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Jakarta, dll. Di samping pernah menjadi Ketua Departemen Sosial-Ekonomi Faperikan IPB (1994-1997), Ketua Lembaga Sumberdaya Informasi (LSI-IPB) (1997-2000), Pendiri/Penggagas Utama lembaga think-tang independent INDEF (Institute for Development Economic & Finance), Jakarta. Pernah menjadi Ketua Departemen Ekonomi CIDES (1997-1998), Konsultan UNDP-Bappenas (1995-1997).

Pernah juga aktif di Pemerintahan sebagai Staf Ahli Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2000-2001), Kepala Balitbang dan Informasi Departemen Nakertrans (2001-2004), Ketua Tim Pembenahan TKI Depnakertrans dan Inter-Departemen (2003-2005), Tim Globalisasi Dewan Riset Nasional (1997-1998), Tim Nasional Reformasi untuk Masyarakat Madani/Keppres (1998-2000), Komisaris PT Jamsostek (2001-2007). Staf Ahli Bidang Ekonomi LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional) (2008-selanjutnya). Juga aktif di Organisasi Kemasyarakatan, antara lain Ketua Departemen Ekonomi dan IPTEK ICMI (1995-2000), Dewan Pakar ICMI dan KAHMI (2000-2020), Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI dan KAHMI Pusat Bidang Ekonomi (2005-2015), Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Koperasi, Yayasan Pengembangan Nelayan.

Dengan pengelaman sebagai Aktivis, Akademisi dan Periset, sering menulis di Media Massa (Surat Kabar dan Majalah) sejak mahasiswa hingga sekarang, juga di Jurnal Ilmiah, menjadi pembicara Seminar di dalam maupun luar negeri, di wawancara oleh banyak Surat Kabar, Majalah, Radio dan TV sebagai Pengamat Ekonomi dan Ekonomi-Politik. Juga menulis Buku hingga tahun 2014, berjumlah 39 buku tentang ekonomi, baik sebagai Penulis Tunggal maupun Kontributor, antara lain : Korupsi, Reformasi Birokrasi dan Masa Depan Ekonomi Indonesia (LPFE-UI, 2006), Paradoks Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Perspektif Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Myohdotcom & IPB, 2000), Pilar-pilar Reformasi Ekonomi-Politik (CIDES, 1999), Membangun Moralitas Bangsa (LIPI Jogjakarta, 1998), Visi Global, Antisipasi Indonesia Memasuki Abad 21 (Pustaka Pelajar, Jogjakarta, 1998), Tinjauan Kritis Ideologi Liberalisme dan Sosialisme (Balitbang Depdagri, 1977), Ekonomi-Politik Alternatif (Sinar Harapan, 1996), Mencari Paradigma Ekonomi Indonesia (PT Alumni, 1986).

Dr. Saafroedin Bahar

saafroedin-bahar-5619dc943593734b048b456a

Saafroedin Bahar  (lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat, 10 Agustus1937; umur 78 tahun) adalah seorang intelektual TNI. Ia dikenal sebagai ilmuwan sosial dan politik, pengajar, budayawan dan politisi.

Saafroedin pernah mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Politik, Anggota Fraksi ABRI di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), dan Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Saafroedin Bahar juga pernah beraktivitas sebagai Komisioner Komnas HAM Bidang Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat, serta menjadi Dosen Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain itu dia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Minangkabau.

AHMAD ZACKY SIRADJ

zACKY sIRADJ KOM 3 MAN_7179XXX

Achmad Zacky Siradj adalah mantan Ketua Umum PB HMI saat pemerintahan orde baru yang secara tegas memberlakukan azas tunggal. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat ini adalah pribadi yang tenang menghadapi berbagai gejolak dan persoalan berorganisasi. Pengalamanan yang panjang menggeluti dunia aktivis memberikan bekal kemampuan yang sangat berharga. Tak hanya mengelola organisasi, namun juga sebagai langkah menuju dunia politik sebagai anggota wakil rakyat.

Mengikuti Pemilu tahun 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI, tebrukti Zacky masih mampu meraup suara sebanyak 30.833. Kepercayaan yang diberikan Partai Golkar inilah yang membuatnya kembali berkantor di gedung parlemen Senayan, Jakarta sebagai anggota DPR. Politisiini juga dikenal sebagai penyunting buku “Menyegarkan Kembali Paham Kebangsaan”.

Pada periode 2014-2019 Ahmad bertugas di Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan.  Pada April 2015 terjadi banyak mutasi di Fraksi Golkar dan Ahmad sekarang bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, keamanan dan HAM.

FACHRY ALI

fachry_ali__214_312 (1)

Fachry Ali, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya (dulu bagian dari Aceh Selatan) pada 23 November 1954, adalah salah satu pendiri Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (Lspeu Indonesia). Menjadi direktur lembaga ini sejak 1997 hingga 2012.

Memperoleh gelar sarjana muda dari Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (kini Universitas Islam Negeri) pada 1977, Fachry pada 1982 melanjutkan studi di Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab, pada perguruan tinggi yang sama. Pada 1991-1994, dia melanjutkan studi dalam Southeast Asian History, Department of History, Monash University, Melbourne, Australia. Di universitas yang berpusat di “Kecamatan” Clayton, 15 kilometer dari Melbourne ini, Fachry menyampaikan tesis masternya dengan judul “The Revolts of the Nation-State Builders: A Comparative Study between the Acehnese Darul Islam (DI) and the West Sumatran PRRI Rebellions”.

Sejak 1977 Fachry Ali bekerja di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan ditempatkan di Jepara, Jawa Tengah, untuk pengembangan industri ukir-ukiran hingga 1978. Setelah menjabat staf dokumentasi dan informasi LP3ES pada 1978-1981, dia menjadi staf peneliti di program penelitian lembaga yang sama. Pada 1985-1989 menjabat Kepala Program Penelitian LP3ES. Sepanjang bekerja di LP3ES, Fachry terlibat dalam berbagai penelitian ekonomi dan politik tingkat pedesaan, nasional, dan ASEAN.

Pada 1998-1999 Fachry menjadi anggota Komite Kebijaksanaan Publik (KKP) Kementerian BUMN dan pada 2006-2011 menjabat Ketua KKP. Menjabat Komisaris PT Semen Tonasa (2001-2003) dan Komisaris PT Timah (2007-2012). Sebelumnya, pada 1998-2001, menjadi anggota Komite Nasional Corporate Governance yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri Republik Indonesia.

Selain menulis di beberapa media massa, Fachry Ali telah menghasilkan beberapa buku. Antara lain Mahasiswa, Sistem Politik, dan Negara (1986), Islam, Ideologi Dunia dan Dominasi .

Dr. BERNARDA METERAY

Bernarda-Materay

Bernarda Meteray asal Kei, Maluku Tenggara lahir di Kokonao Kabupaten Fak-Fak, 26 Oktober 1961. Menyelesaikan pendidikan sejarah pada program studi Pendidikan Sejarah di UNS tahun 1987. Mengikuti program pascasarjana S-2 Universitas Victoria, Melbourne dengan beasiswa Aus-AID pada 1993 dan menjadi mahasiswa S-2 leading ke S-3 di Universitas Indonesia pada 2007. Tahun 2011 meraih gelar doktor di bidang Ilmu Sejarah dengan disertasi yang berjudul: Penyemaian Dua Nasionalisme; Papua dan Indonesia di Nederlands Nieuw Guinea pada masa Pemerintahan Belanda 1925-1962. Pernah mengikuti beberapa seminar antara lain: ENCOMPASS Conference tentang Modernization, Performance and Meaning of State and Authority in the era of Decolonization di Medan 6-8 Januari 2009, Indonesia Towards 2025: Geopolitical and Security Challenges Focus on Economy, Natural Resources and Energy Aspects di Jakarta 17-18 Maret 2010 dan menjadi pembicara pada Dialog Kebudayaan di Makassar tanggal 16-18 Desember 2011.

Saat ini menjadi staf pengajar FKIP Universitas Cenderawasih dan mengajar pada program studi PKN S-1 dan program S-1 Sejarah. Terlibat dalam pendirian program pascasarjana S-2 PKN. Beberapa kajian yang di hasilkan antara lain: Papua dalam Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda (1946-1961), Keterlibatan Elit Papua dalam Memperjuangkan Status Papua (1949-1961), Dampak Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea) 1961 terhadap Pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP) 2001 dan Mengkaji kembali Keindonesiaan di antara Kepapuaan di Papua. Menikah dengan Paul Reyaan dan dikaruniai seorang anak, Samuel Benediktus Antonius Reyaan.

Alamat e-mail : [email protected]

DR. ROSITA NOER

TfV09HSH

Dr. dr. Rosita Noer, MA, saat ini aktif di LEMHANAS, adalah seorang dokter (Ahli Kesehatan), pengusaha, aktivis HAM dan politisi Indonesia. Ia pernah duduk sebagai komisioner pada Tim Gabungan Pencari Fakta(TGPF) yang pernah dibentuk pemerintah untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa Mei 1998. Rosita juga memimpin sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Organisasi Kesatuan Bangsa.

Prof. Dr. Hasyim Djalal

un1djlala

Hasyim Djalal lahir di Ampek Angkek, Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau adalah diplomat Indonesia & ahli hukum laut internasional. Anak keduanya, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak hidupnya sebagai diplomat ulung. Sejak tahun 2010 Dino Patti Djalal menjabat sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat.

Beliau pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB (1981-1983), duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman (1990-1993), serta duta besar keliling pada masa pemerintahan PresidenSoeharto dan BJ Habibie. Hasyim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota dewan maritim Indonesia, penasehat senior menteri kelautan dan perikanan, dan penasehat kepala staf TNI Angkatan Laut serta di kantor Menteri Percepatan Pembangunan Indonesia Timur.

Hasyim menulis buku Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979) dan Indonesia and the Law of the Sea (1995) sertaPreventive Diplomacy in Southeast Asia: Lesson Learned (2003). Setelah pensiun tahun 1994, dia masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media serta berbicara di berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional. Juga masih sibuk melayani kontak dari kolega-kolega internasionalnya.

Prof. Dawam Rahardjo

prof-dawam-raharjo

Muhammad Dawam Raharjdo terkenal sebagai ekonom dan tokoh agama. Ia telah banyak menulis buku-buku baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam.  Dawam pernah menjadi ketua dari ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat.

Selain itu, Dawam juga dikenal sebagai seorang sosok multidimensi, karena ia adalah seorang ahli ekonomi, pengusaha, budayawan, cendekiawan, juga aktifis LSM, pemikir islam dan juga penafsir.

Beberapa karyanya yang terkenal adalah “Esai-esai Ekonomi Islam”, “Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa”, “Risalah Cendekiawan Muslim”, “Perspektif Deklarasi Makkah, Menuju Ekonomi Islam”, “Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial”, “Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci”, “Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”, dan “Islam dan Transformasi Sosial Budaya”.